Adiluhungagung, termenung nista nestapa. Ramadhan mendengung, paripurna ampunannya. Kentara kausa menyulih suara, tanpa lengkara nyata. Transfigurasi menjelma tata cara, asal mula makrifatullah. Pasuruan, 30 Mei 2019. Itulah tadi 3 puisi tentang puasa Ramadhan yang dapat menguatkan iman.
PuisiJalaluddin Rumi Tentang Puasa. 18.23 No comments. Puasa Membakar Hijab. Rasa manis yang tersembunyi. Ditemukan di dalam perut yang kosong ini! Ketika perut kecapi telah terisi, ia tidak dapat berdendang, Baik dengan nada rendah ataupun tinggi. Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Puisitentang Puasa . 18 April 2021 12:17 Diperbarui: 18 April 2021 12:48 238 5 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto www.tribunnews.com. PUISI TENTANG PUASA. air hujan deras mengucur keras dari langit hitamlegam sesekali petir berkilat dengan suara menggelegar kata bmkg hujan disertai badai dan petir akan datang
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. - Bulan suci Ramdhan, merupakan bulan yang telah dinantikan oleh umat muslim. Untuk menyambut bulan suci Ramadhan dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan berpuisi. Puisi dengan tema Ramadhan ini, dapat pula menjadi caption media sosial seperti Whatsaap, Instagram, hingga Facebook. Baca Juga Naskah Kultum Ramadhan Hari Kelima dengan Tema Meraih Seribu Bulan Dilansir oleh dari berbagai sumber, berikut puisi dengan tema bulan Ramadhan. 1. Ramadhan Di Kampung Bila Ramadhan tibaMeneteskan air mataSemua orang bergembiraMenyambut ibadah puasa. Orang sekampung berbahagiaMasjid-masjid bersih semuaDemi menyambut tamu muliaBulan Ramadhan yang penuh berkah. Baca Juga Resep Kalio Ayam untuk Hidangan Buka Puasa Ramadhan yang Sederhana dan Lezat
puisi menjelang Ramadan . Gambar unsplash/Mangkuk indah penuh buah kurma melambangkan RamadhanBulan Ramadan sudah dekat, pasti kamu sangat bersemangat menyambutnya. Bulan istimewa yang hanya datang satu tahun sekali. Berikut ini kumpulan puisi menjelang Ramadan dengan arti mendalam sebagai refleksi untuk menyambut bulan Menjelang RamadanInilah 3 puisi menjelang ramadhan yang dikutip dari bukuHal-Hal Langit Kumpulan Puisi, Ramadhan. A, 2020 5 – 13.Bulan malam ini tertutup mendung, aku sudah lama menunggumuTahun lalu banyak hal kusesali, aku mengabaikanmu dengan mudahnyaPadahal kesempatan tidak datang dua kali, senangnya dapat menemui yang keduaMendung berubah menjadi gerimis, kudengar degupan jantungku semakin kencangBegini rasanya bertarung dengan waktu, ketika mataku samar-samar melihat bulan ituSelamat datang bulan Ramadan, aku tidak akan menyia-nyiakan setiap detik bersamamuPuisi dengan judul Bulan yang Kunantikan, memiliki dua arti tentang penyesalan dan kegembiraan. Penyesalan karena di tahun sebelumnya tidak maksimal dalam menjalani ibadah puasa. Namun, kabar gembira yang dinanti masih diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa di tahun yang tertera di bait ketiga, jika kesempatan tidak datang dua kali. Ditutup pada bait terakhir, saat menjalankan ibadah puasa nanti untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, karena di tahun ini juga banyak dari saudara sekitar yang sudah tidak diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan pandemi datang semua terasa berbedaBegitupun bulan Ramadan datang dengan suasana baruKetika suara azan isya terdengar langkah kakiku bergerak menuju masjidBegitupun pandemi menghetikan langkahku yang hanya beribadah di rumahKetika suasana sore menjelang malam banyak orang menghampiri pedagangBegitu terdengar kabar adanya pandemi pedagang pun tidak muncul di pasarWalaupun ada perbedaan sebelum dan sesudah pandemiSemangatku tetap sama untuk menyambut bulan RamadanKarena menjalani puasa di bulan Ramadan bukan tentang perbedaan suasanaNamun apakah aku bisa lebih baik ibadahnya dibanding Ramadan sebelumnyaPuisi yang menceritakan keadaan bulan Ramadan, bagaimana sebelum dan saat pandemi covid-19. Tapi inti dari ibadah puasa di bulan Ramadan sendiri, bukan perkara suasananya yang berubah jadi sepi. Melainkan niat dan semangat dalam menjalankan ibadahnya, sehingga judul puisinya Niat dalam ingat dengan jelas bagaimana riuh suara tetangga membangunkan saurAku juga ingat anak-anak berlarian menuju masjid untuk makan takjil bersamaAku ingat orang-orang yang fokus menyimak ceramah sewaktu tarawihAku ingat sebelum tidur selalu melantunkan bacaan Al-QuranIngatan tentang bulan Ramadan membuatku tidak sabar bertemu dengannyaPuisi ini mengingatkan setiap orang bagaimana budaya Ramadan di Indonesia berlangsung. Kebersamaan lebih kuat dibandingkan bulan-bulan biasanya, semangat beribadah lebih kencang dari bulan-bulan sebelumnya. Begitulah istimewanya Ramadan, bulan yang mampu membawa ketenangan dan kegembiraan untuk orang-orang yang sedang 3 kumpulan puisi menjelang Ramadan di atas dapat menambah ketenangan dan semangat ketika menjalani puasa nanti ya!
Skip to content Belajar Makna Puasa dari Puisi-Puisi Rumi Siapa yang tak mengenal Jalaluddin Rumi, sufi dan pujangga besar yang tidak hanya digandrungi umat muslim tetapi juga masyarakat dunia. Annemarie Schimmel mencatat, tidak ada mistikus Muslim dan penyair dari dunia Islam yang dikenal di Barat sebaik Rumi. Karyanya telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dari Timur hingga ke Barat, seperti Indonesia, Mesir, Turki, India sampai Inggris, Jerman, Italia, dan Swedia . Puisi-Puisi Rumi membawa pesan cinta universal dan penuh makna. Karya-karyanya itu diungkapkannya dalam beragam ekspresi, serta mengandung nasihat yang dapat mendamaikan hati bagi para pembacanya. Dalam suasana Ramadhan ini kita dapat memetik mutiara puasa dari Rumi, sebagai bekal untuk lebih semangat menjalani ibadah khusus yang hanya diperuntukkan untuk Ilahi Robbi. Puasa; Melahirkan Cahaya Hikmah Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung. Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Diwan Syams, Gazal 1739 Dua potong bait puisi di atas, Rumi ingin memberi tahu kita bahwa puasa akan menghadirkan nikmat yang menyenangkan, tetapi itu khusus bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam puasanya serta mengharap keridhaanNya. Rumi memakai simbol seruling untuk menggambarkan bahwa sesuatu itu bisa berbunyi mendendangkan suara indah ketika di bagian tengahnya kosong. Namun jika seruling telah terisi, ia tidak dapat bersuara, dengan nada tinggi ataupun rendah. Itu sebagaimana jika perut kita kenyang, malah menyebabkan rasa berat untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa atau perutnya dalam keadaan kosong meskipun jasmaninya terpenjara, namun secara ruhani sebenarnya ia telah bahagia karena sayap-sayap jiwanya menembus cakrawala. Puasa; Menyingkap Tabir menuju Ilahi Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu. Bagi Rumi rasa dzauq puasa ini bagaikan api yang dapat membersihkan jiwa seseorang. Ketika seseorang berpuasa, ia melakukan upaya-upaya untuk melepaskan diri dari dominasi syahwat dan hawa nafsu, serta keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah yang sejatinya adalah upaya meniadakan diri, seperti menahan lapar dan haus, mengendalikan diri dari tingkah laku yang tidak terpuji. Hal itu sebagaimana kata Imam al-Ghazali bahwa makan dan minum adalah bahan bakar untuk menggerakkan mobil hawa nafsu seseorang, dan perut kenyang itu dapat menggerakkan dua syahwat yang berbahaya yaitu syahwat farji dan dan syahwat lisan. Sebaliknya ketika puasa orang dapat mematikan keinginan-keinginan nafsu ammarah diri yang memerintahkan keburukan. Mengutip Syeikh Abdul Qadir Jailani, sikap berlebihan dalam urusan makan dapat mematikan hati, memadamkan api rindu kepada Allah, dan meredupkan cinta yang hakiki kepadaNya. Tafsir al-Jailani, Juz I, hlm. 158 Dengan demikian menurut Rumi rasa lapar menjadi kendaraan yang mengantarkan tersingkapnya segala hijab yang telah menghalangi masuknya cahaya Ilahi. Hilangnya hijab itu menandakan tak ada yang menghalanginya lagi. Karena ia sudah terlepas dari kendali hawa nafsu dan syahwat, akan mudah bagi seorang abid melakukan perjalanan menuju Allah. Inilah yang dimaksudkan Rumi, puasa adalah jalan untuk menjadi orang yang bertaqwa QS. al-Baqarah [2] 183, dengan kata lain hamba yang taqwa adalah hamba yang telah kosong’ dari selain Allah. Menjadi Hamba yang Bertaqwa Al-Quran menyebutkan bahwa misi akhir puasa adalah supaya seorang hamba bertaqwa. Rumi telah menggambarkan bagaimana hakikat puasa yang merupakan salah satu bentuk pengosongan diri dapat mentransformasi jiwa seseorang yang hasilnya akan akan mewujud dalam dimensi spiritual transendental juga dimensi sosial. Pengertian al-Muttaqin hamba yang takwa di tataran batin adalah ia yang mencerminkan sifat-sifat Ilahi dalam laku hidupnya, hamba yang sepenuhnya sesuai dengan kehendak Allah, dan telah sepenuhnya Allah jaga agar senantiasa ada di atas petunjukNya. Maka takwa merupakan puncak ketinggian rohani mereka. QS. al-Anfal [8] 29 Pada ayat yang lain Allah berfirman, ”Barangsipa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. QS. At-Thalaq [65] 2-3. Jika demikian Allah menjamin kehidupan dan masa depan orang bertakwa, lantas alasan apa lagi yang membuat kita tidak bergegas untuk menempuh jalan taqwa, yang tidak lain adalah sungguh-sungguh dalam berpuasa— berupaya mengosongkan diri, menafikan kehendak-kehendak nafsu dan syahwat. Wallahu a’lam. [AN] Sumber admin2023-04-05T182611+0700 Share This Post Related Posts Page load link Go to Top
puisi rumi tentang puasa